
Ia menilai pelibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut, mengingat Kelurahan Layang memiliki jumlah penduduk terbanyak, tingkat kepadatan tertinggi, sekaligus wilayah terluas di Kecamatan Bontoala.
Karena itu, pengawasan terhadap proses pengumpulan dan pengangkutan sampah juga perlu diperhatikan agar sampah yang telah dipilah masyarakat tidak kembali tercampur saat dibawa ke tempat penampungan sementara (TPS).
Keberlanjutan Sentra Tukar Sampah MuliaAsri diharapkan dapat memperkuat budaya memilah sampah dari rumah sekaligus membuka ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku UMKM dalam menciptakan pengelolaan lingkungan yang lebih produktif.
Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong sampah anorganik memiliki nilai tambah melalui pengelolaan yang tepat. (*)





