
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong Gojek mengambil peran lebih luas dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Kota Makassar. Tidak hanya menyediakan layanan transportasi berbasis aplikasi, perusahaan tersebut diharapkan turut menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online.
Ajakan tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi jajaran Gojek yang dipimpin Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026).
Munafri menilai, pengemudi ojek online memiliki intensitas aktivitas yang tinggi di jalan raya sehingga dapat menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya. Karena itu, kedisiplinan dalam mematuhi aturan lalu lintas perlu dimulai dari para mitra pengemudi.
Ia menyoroti sejumlah pelanggaran yang masih kerap ditemukan, mulai dari menerobos jalur satu arah, berhenti atau parkir di kawasan terlarang, hingga tidak menggunakan helm, baik pengemudi maupun penumpangnya.
“Saya berharap teman-teman Gojek bisa menjadi contoh. Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa tertib berlalu lintas itu penting, bukan hanya untuk keselamatan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Menurut Munafri, membangun ketertiban berlalu lintas tidak cukup hanya melalui pengawasan dan penindakan petugas. Kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan juga harus diperkuat, termasuk dalam mendukung penerapan sistem tilang elektronik.
“Ini membutuhkan sosialisasi yang maksimal. Pemerintah terus berupaya melakukan pembenahan, tetapi kalau kesadaran pengguna jalan tidak tumbuh, pelanggaran akan terus terjadi,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, Munafri mengusulkan agar Gojek memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye keselamatan berkendara. Konten kreatif dengan melibatkan identitas perusahaan dinilai dapat menjadi media pengingat bagi mitra pengemudi maupun masyarakat umum.
Ia juga membuka peluang kerja sama antara Gojek dan Pemkot Makassar melalui Dinas Perhubungan, termasuk dengan melibatkan Satuan Lalu Lintas Kepolisian dalam program edukasi dan kampanye keselamatan berkendara.
Menanggapi usulan tersebut, Vice President Operations Gojek, Gede Manggala, menyambut baik ajakan kolaborasi pemerintah kota. Ia mengatakan, edukasi keselamatan berkendara selama ini telah menjadi bagian dari program pembinaan mitra pengemudi Gojek.
Gede menjelaskan, pihaknya secara rutin menyelenggarakan pelatihan safety driving yang wajib diikuti para mitra sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan di jalan raya.
“Setiap tahun kami melaksanakan safety driving atau pelatihan keselamatan berkendara untuk teman-teman mitra. Pelatihan ini wajib diikuti oleh para driver,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, kampanye dan edukasi serupa juga telah dilakukan Gojek di Bali sebagai salah satu upaya merespons tingginya kecenderungan pelanggaran lalu lintas di wilayah tersebut.
Gede pun menyatakan kesiapan Gojek untuk mengembangkan program edukasi keselamatan berkendara melalui kolaborasi bersama Pemkot Makassar.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kedisiplinan mitra pengemudi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya berlalu lintas yang lebih aman dan tertib di Kota Makassar. (*)





