
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., menyebut keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil pembinaan yang terencana dan melibatkan berbagai unsur di lingkungan universitas.
Menurutnya, penguatan budaya inovasi, pendampingan dosen, serta pemberian ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan lintas disiplin menjadi faktor penting dalam pencapaian tersebut.
Ia berharap prestasi ini semakin mendorong peningkatan kualitas pembinaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), sekaligus memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik maupun pengembangan kompetensi di luar ruang kelas.
Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Unhas, Prof. Dr. Ir. Suhasman, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil proses panjang yang telah dipersiapkan jauh sebelum kompetisi berlangsung.
Pembinaan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi, seleksi internal, pendampingan proposal, pengembangan substansi karya, hingga persiapan presentasi dan kompetisi.
Ia menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa, dosen pendamping, pengelola kemahasiswaan fakultas, serta tim universitas dalam memastikan setiap karya memiliki kebaruan, relevansi, dan potensi kebermanfaatan.





