
SOLUSIMEDIA.ID, KUALA LUMPUR — Di tengah dinamika transformasi sistem kesehatan global, Indonesia kembali menegaskan posisinya di panggung internasional.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Taruna Ikrar, menghadiri The 14th Annual CIRS Regulators Forum dan CIRS CoRE Workshop di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 3–5 Maret 2026.
Kehadiran taruna menjadi simbol penting, mengingat BPOM RI kini telah diakui sebagai WHO-Listed Authority (WLA) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Status ini menempatkan Indonesia sejajar dengan otoritas regulatori maju dunia dalam aspek pengawasan obat dan vaksin, sekaligus memperkuat legitimasi diplomasi kesehatan Indonesia di tingkat global.
Forum yang diselenggarakan oleh Centre for Innovation in Regulatory Sciences (CIRS) dan Centre of Regulatory Excellence (CoRE) Duke-NUS Medical School ini mempertemukan otoritas regulatori, institusi health technology assessment (HTA), industri farmasi, akademisi, hingga organisasi pasien dari kawasan Asia-Pasifik.
Isu utama yang dibahas meliputi penguatan patient engagement serta pemanfaatan patient experience data (PED) dalam proses evaluasi dan persetujuan obat, khususnya untuk penyakit langka dan precision medicine.





