
Partisipasi BPOM RI dalam forum ini sekaligus mempertegas arah kebijakan Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi kesehatan.
Dengan pengakuan WLA, Indonesia tidak hanya menjadi market follower, tetapi turut berkontribusi dalam membentuk standar dan praktik regulasi global.
Di tengah kompleksitas tantangan kesehatan, dari penyakit langka hingga kebutuhan terapi presisi, diplomasi regulasi menjadi instrumen penting untuk memastikan keadilan akses.
Kehadiran BPOM RI di forum internasional ini mencerminkan komitmen bahwa keselamatan publik adalah kepentingan universal, dan Indonesia siap mengambil peran lebih besar dalam ekosistem kesehatan dunia pungkas taruna salah satu ilmuwan indonesia di akui dunia.
(*)





