SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Ketika tekanan terhadap hutan, wilayah pesisir, dan sumber daya alam semakin meningkat, bagaimana menjaga sumber daya yang digunakan bersama agar tetap lestari sekaligus mampu menopang kehidupan masyarakat menjadi pertanyaan besar yang dihadapi banyak negara menjadi semakin relevan.
Pertanyaan inilah yang menjadi benang merah pertemuan para akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Australia, Amerika Serikat, dan Belanda, dengan Rektor Universitas Hasanuddin di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Senin (8/6).
Audiensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Pre-Conference International Association for the Study of the Commons (IASC) 2027 dan Joint Field School University of Hawai‘i, yang akan mempertemukan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu untuk mengkaji isu-isu pengelolaan sumber daya bersama (the commons).
Delegasi yang hadir berasal dari berbagai institusi, antara lain Universitas Hasanuddin, IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Mataram, University of Hawai‘i, serta sejumlah lembaga dan organisasi mitra lainnya. Dalam pertemuan tersebut, para delegasi menyampaikan perkembangan persiapan 21st IASC Biennial Conference yang direncanakan berlangsung di Sulawesi Selatan pada 21–25 Juni 2027.





