
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Perubahan lingkungan yang semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan serius bagi sektor perikanan Indonesia. Pola musim yang bergeser, cuaca yang semakin tidak menentu, fluktuasi kualitas perairan, hingga perubahan distribusi sumber daya ikan telah memengaruhi produktivitas perikanan tangkap maupun budidaya.
Kondisi tersebut menuntut hadirnya strategi adaptasi yang tidak hanya responsif, tetapi juga berbasis ilmu pengetahuan agar keberlanjutan sumber daya perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus terjaga.
Merespons tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin bersama Bank Indonesia dan Yayasan Mattirotasi Mitra Lestari menginisiasi pelatihan dan pendampingan mengenai manajemen risiko serta adaptasi perubahan lingkungan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (26/6) di Hotel Novotel Makassar ini diikuti sekitar 22 nelayan dan pembudidaya dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.
Pada kegiatan tersebut, dosen Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (PSP), FIKP Unhas, Muhammad Kurnia, hadir sebagai narasumber utama yang membawakan materi mengenai manajemen risiko dan strategi adaptasi terhadap perubahan lingkungan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan.





