
SOLUSIMEDIA.ID, FAKFAK – Solusi pembangunan tidak dapat dirancang berdasarkan asumsi. Setiap wilayah memiliki karakteristik sosial, ekonomi, budaya, dan sumber daya yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan yang diawali dengan pemahaman terhadap kondisi lapangan. Prinsip tersebut menjadi landasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) 2026 dalam memulai pengabdian di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Selama empat bulan ke depan, sebanyak 120 Patriot Unhas akan mendampingi masyarakat di Kampung Weri dan Kampung Saharey, Distrik Fakfak Timur. Kegiatan diawali dengan identifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan serta pelaksanaan berbagai program pendampingan dan pemberdayaan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
Ketua TEP Unhas, Abdullah Sanusi, S.E., MBA., Ph.D., yang juga Direktur Kemitraan Strategis menjelaskan, pengabdian yang dilakukan para patriot tidak berangkat dari asumsi. Pendekatan tersebut merupakan bagian penting untuk memastikan setiap program yang dijalankan memiliki dasar yang kuat, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.





