
Solusimedia.id- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK April 2025, Jumat (11/4/2025), secara daring menyampaikan dampak penerapan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap sistem perdaganan global . Perubahan ini tersebut juga berdampak terhadap volatilitas pasar keuangan.
Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 Maret 2025 menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap terjaga, di tengah meningkatnya dinamika perekonomian global. Otoritas Jasa Keuangan akan terus memantau dinamika perekonomian global, khususnya dampak dari pengenaan tarif Pemerintah Amerika Serikat terhadap sektor keuangan nasional. Di tengah tantangan tersebut, industri perbankan diperkirakan tetap tumbuh pada triwulan I-2025.
”Volatilitas pasar tetap tinggi seiring ketidakpastian kebijakan ekonomi serta risiko geopolitik yang semakin cenderung meningkat,” kata Mahendra.
Seiring dengan meningkatnya hambatan perdagangan dan ketidakpastian kebijakan, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) telah merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1 persen pada 2025 dan 3 persen pada 2026. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun turut direvisi ke bawah menjadi 4,9 persen.





