
SOLUSIMEDIA.ID, PENAJAM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah proaktif dalam melindungi sumber daya laut melalui pendekatan edukasi yang inovatif. Kepala Diskan PPU, Rozihan Azward, menyampaikan bahwa fokus utama dari sosialisasi yang mereka lakukan adalah meningkatkan kesadaran nelayan mengenai dampak negatif dari praktik penangkapan ikan ilegal, yang tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga mata pencaharian mereka.
“Dampak dari illegal fishing sangat luas,” ujar Rozihan dalam sesi sosialisasi pada Selasa (1/10/2024).
Menurutnya, sosialisasi ini tidak sekadar penyampaian informasi, tetapi juga mencakup keterlibatan langsung nelayan dalam kegiatan yang lebih interaktif.
“Kegiatan ilegal ini merugikan negara, mengurangi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan devisa. Ini membuat nelayan kita kalah bersaing dengan negara lain yang juga memanfaatkan sumber daya laut di Indonesia,” acap Rozihan.
Rozihan menekankan pentingnya pemahaman tentang penggunaan alat tangkap yang sesuai dan seleksi hasil tangkapan.
“Jika nelayan mendapatkan ikan yang belum memenuhi kriteria konsumsi, maka ikan tersebut harus segera dikembalikan ke laut. Ini juga berlaku untuk hasil tangkapan lainnya, seperti kepiting dan spesies lain,” lanjutnya.





