
Meskipun tempat sampah yang disediakan terbatas pada empat kategori, proses pemilahan sampah di tahap lanjutan lebih kompleks. Misalnya, sampah dari berbagai tenant seperti botol sirup dan kaleng disortir dalam kategori yang lebih rinci. Tapi, karena lokasi venue tahun ini bersifat terbuka untuk umum, sulit untuk mengidentifikasi bahwa semua sampah plastik berasal dari MIWF.
“Cara memilahnya seperti yang kita tahu kertas sama kertas, kaleng sama kaleng. Tetapi kalau plastik minim sekali. Benteng Fort Rotterdam ini terbuka untuk umum, jadi kita tidak bisa menjudge bahwa sampah plastik ini punyanya MIWF karena areanya publik dan siapapun bisa akses,” ungkap Mita.
Komitmen MIWF tidak hanya berhenti di zero waste, tetapi juga menjadi festival yang menerapkan prinsip rendah karbon.
Jumlah emisi karbon yang dihasilkan dari sampah, mobil operasional MIWF, penggunaan listrik, penerbangan, dan Zoom meeting akan dihitung dan akan “dibayar” kembali dengan melakukan carbon offset.
Mekanisme ini yang digunakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dengan mengkompensasi emisi yang dihasilkan di satu tempat dengan mengurangi emisi di tempat lain. Salah satu caranya yakni dengan penanaman pohon.





