
Tampil selama 15 menit lamanya, Karakter perempuan dan pimpinan Sang Mulo begitu hidup.
Mereka betul-betul menampilkan performa apik. Tak hanya dengan gerak tarinya, nuansa ritus ala Paser dan Kalimantan begitu nyata.
Semuanya memukau pengunjung. Jelas sekali, bahwa para pelaku seni itu mendeskripsikan Mulo juga Penggading dengan sangat baik.
Aksi mereka mendapat applause dan sambutan meriah audiens.
Sebelumnya, Paser juga sukses menampilkan Tari Apai. Rudy Nuriansyah, pembina tari sekaligus pimpinan Yayasan Sadurengas mengatakan mereka berkomitmen memberikan terbaik di panggung F8.
Ajang F8 Makassar, bagi Rudy, merupakan salah satu acara bergengsi di Indonesia, Top 10 KEN Wonderful Indonesia. Sehingga sayang untuk dilewatkan.
“Ini adalah kebanggaan bagi kami bisa membawa kebudayaan Paser ke tingkat nasional,” kata Rudy.
Ia berharap penampilan mereka dapat membawa nama baik Kalimantan Timur dan memperkenalkan budaya Paser ke kancah yang lebih luas.
Tercatat ada dua kontingen yang dibawa Kabupaten Paser untuk menampilkan seni terbaik mereka di Makassar. *





