
SOLUSIMEDIA.ID,- Makassar. Analis Eksekutif Kelompok Spesialis Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Irhamsyah menyebutkan , daftar entitas yang telah dihentikan oleh Satgas Pasti dari tahun 2017 hingga 31 Juli 2024 sebanyak 9.889, terdiri dari investasi ilegal 1.367, pinjol ilegal 8.271 dan gadai ilegal 251. Dengan nilai kerugian akibat investasi ilegal sebanyak Rp138,674 triliun.
Diskusi ini juga menghadirkan sejumlah pembicara lainnya , yaitu Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal OJK, Antonius Hari P. M., Analis Eksekutif Kelompok Spesialis Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Irhamsah, serta Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jefrey Hendrik yang dipandu osenior journalist, Andi Suruji, (Kamis,8/8 /2024)
Irhamsyah mengemukakan , awal pendataan, pinjol berizin sebanyak 146 namun setelah dilakukan pengawasan, jumlahnya semakin berkurang dan hanya 98 pinjol berizin.
Dirinya berharap dengan upaya literasi yang terus di galakkan , masyakarat semakin berhati hati menerima penawaran dan tergiur dengan iming iming tanpa legalitas .
Di sisi lain , penghimpunan dana di Pasar Modal Indonesia terus meningkat. Hingga 2 Agustus 2024, terdapat sebanyak 228 emiten baru dengan total nilai emisi Rp4,4 triliun. Sedangkan untuk perkembangan securities crowdfunding terdapat sebanyak 17 penyelenggara yang telah mendapat izin OJK.
Pertumbuhan investor pasar modal 2024, mencatat jumlah investor di Provinsi Sulsel sebanyak 367.613. Dengan data ini Sulsel berada di posisi ketujuh terbanyak secara nasional.
“Informasi dan data terbaru juga didapatkan dari narasumber. Sehingga informasi seputar industri keuangan dapat tersampaikan dengan lebih efektif dan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di Sulawesi Selatan,” ujar Jeffrey Hendrik , Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia.
Sebelumnya OJK bersama BPS merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024 yang diumumkan jumat, (2/8/2024 ) menunjukkan indeks literasi keuangan penduduk Indonesia sebesar 65,43 persen, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 75,02 persen.
Angka ini menunjukkan peningkatan cukup signifikan dari survei sebelumnya di tahun 2016 dimana terdapat peningkatan pemahaman keuangan (awareness) masyarakat sebesar 8,33% serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan sebesar 8,39%. **(Ima)





