
SOLUSIMEDIA.ID, Samarinda– Pemuda Asal kabupaten kutai kartanegara berhasil menjadi terbaik satu pemuda pelopor kaltim tahun 2024. Dengan prestasi Gemilangnya, Ia di nobatkan sebagai pemuda pelopor kaltim di bidang pendidikan oleh Dispora Kaltim.
Hal itu terlihat saat dirinya menerima penghargaan sebagai pemuda pelopor di acara hari sumpah pemuda ke-96 beberapa waktu lalu.
Ada Al Ali Murrabbaniah, biasa di panggil Alda. Seorang pemuda dari Tenggarong yang berusia 21 tahun itu telah meraih kesuksesan di bidang tata busana dan terpilih menjadi pelatih dalam pelatihan menjahit idaman yang akan digelar pada Minggu ini.
Menariknya, peserta yang akan dilatih oleh Alda tersebut sebagian besar usianya lebih tua dari dirinya yang terbilang cukup muda.
Menanggapi hal itu, Sub Koordinator bidang kepemimpinan, kepeloporan dan kemitraan pemuda dispora kaltim, Rusmuliyadi mengatakan bahwa pihaknya merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh pemuda kaltim tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi atas prestasi yang di raih oleh Alda, dengan begitu, ini membuktikan bahwa pemuda di kaltim punya SDM yang berkualitas apalagi yang akan dilatih olehnya nanti adalah usia yang lebih tua dari Alda,” kata Rusmuliyadi.
Pun, Rusmuliyadi menjelaskan bahwa atas keberhasilan Alda tersebut menjadi inspirasi bagi banyak pemuda lainnya di Kaltim.
“Artinya, Alda yang usianya 21 tahun, tapi sudah berdampak kepada orang lain. Banyak mungkin pemuda Kaltim seperti itu, cuman belum tersentuh aja,” jelasnya.
Oleh karenanya, pihak Dispora kaltim akan terus berupaya untuk menjangkau lebih banyak pemuda-pemuda kaltim yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi kepada masyarakat.
“Melalui program pelatihan ini, diharapkan muncul lebih banyak pemuda seperti Alda yang mampu memberi dampak positif di lingkungannya,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan minat pemuda di masing-masing daerah.
“Setiap kabupaten dan kota memiliki pelatihan yang berbeda-beda, menyesuaikan dengan potensi lokal. Ini agar pelatihan lebih efektif dan relevan,” tutup Rusmuliyadi.





