
“Selama dipegang Diknas, SKOI kurang menghasilkan atlet yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional,” tambahnya.
Sebagai contoh keberhasilan SKOI di masa lalu, Rasman menyebutkan nama Iqbal Chandra Pratama, atlet pencak silat lulusan SKOI Kaltim yang berhasil meraih medali emas pada Asian Games 2018.
Namun, ia juga mengungkapkan bahwa regenerasi atlet SKOI saat ini dinilai kurang menghasilkan prestasi yang signifikan.
“Dulu memang ada Iqbal yang merupakan lulusan SKOI yang berhasil bersinar hingga Asian Games. Namun, lulusan yang baru-baru ini kurang berprestasi,” tutup Rasman.
Dengan rencana kajian ini, Dispora Kaltim berharap dapat memulihkan dan meningkatkan kualitas prestasi atlet-atlet SKOI, serta membawa SKOI Kaltim kembali menjadi pusat pengembangan olahraga yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional.





