
“Sejahtera, di sisi lain, berfokus pada peningkatan kualitas hidup warga, melalui layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi berkelanjutan. Sementara Bahagia menggambarkan lingkungan hidup harmonis, di mana setiap warga bangga tinggal di Makassar,” tuturnya dalam sambutan, pagi tadi.
Makassar, yang telah bertransformasi melalui berbagai program inovatif dan pembangunan berkelanjutan, juga telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai salah satu kota paling bahagia di dunia.
Berdasarkan laporan Happy City Index yang diterbitkan oleh Institute of Quality of Life dari Inggris, Makassar berhasil menempati posisi ke-234 dari 250 kota dalam kategori Bronze Kota Bahagia tahun 2024.
Pengakuan ini, menurutnya, merupakan bukti nyata atas upaya Makassar dalam menjaga kualitas hidup warga.
“Dengan berbagai program yang kita laksanakan bersama, kita harap Makassar tidak hanya menjadi kota yang tangguh, tetapi juga semakin sejahtera dan membuat warganya bahagia,” pungkas Arwin.
Ke depannya, Pemkot Makassar berkomitmen untuk terus melanjutkan inovasi dan program pembangunan yang bertujuan meningkatkan daya saing, kenyamanan, serta kebahagiaan masyarakat kota ini.





