
Debat kali ini mengangkat tema “Mewujudkan Makassar Kota Berperadaban, Maju, Melalui Harmonisasi Pembangunan Nasional dan Daerah, Tata Kelola Lingkungan Hidup yang Berkeadilan, dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”.
Tema ini untuk menggali gagasan dan komitmen para Paslon, dalam mewujudkan Makassar yang berdaya saing dan berkeadilan.
Panelis yang diundang dalam debat ini, merupakan para pakar dan tokoh yang kompeten di berbagai bidang.
Yakni Prof. Khusnul Yaqin (Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Hasanuddin), Dr. Syarifa Raehana (akademisi Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia dan aktivis perempuan), serta Dr. Mohammad Arif (Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia).
Selain itu, panelis lainnya Lusia Palulungan (aktivis perempuan dan Program Manager Yayasan BaKTI), Abdul Karim (kolumnis Tribun Timur dan pegiat demokrasi), Andi Nonong Sunrawali (akademisi dari Yayasan An Nahl Al Aqsha), dan Nur Syarif Ramadhan (Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan/Yayasan PerDIK).
Kehadiran panelis beragam ini, diharapkan dapat memberikan perspektif yang menyeluruh, terkait isu-isu penting bagi kota Makassar.





