
“Kami telah berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan dinas lainnya untuk mendukung perkembangan IPP Kaltim,” tambahnya.
Pada penilaian IPP, Kaltim menunjukkan performa terbaik pada domain pendidikan, yang menjadi domain tertinggi di provinsi ini. Jumlah pemuda Kaltim yang berpendidikan lebih banyak dibandingkan daerah lain menjadi faktor utama dalam pencapaian ini. Sementara itu, untuk domain lainnya, seperti kesehatan dan ketenagakerjaan, Kaltim masih berada pada level menengah.
Penilaian IPP dilakukan oleh Bappenas, Kemenpora, dan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui sensus yang dilaksanakan secara berkala. Juanda menegaskan bahwa Dispora Kaltim kini tengah fokus pada pengembangan kewirausahaan pemuda untuk menciptakan peluang kerja baru dan mengurangi angka pengangguran di daerah ini.
“Target kami sekarang adalah fokus pada pengembangan kewirausahaan pemuda. Kami ingin agar pemuda Kaltim dapat menciptakan lapangan kerja, sehingga dapat menekan angka pengangguran di daerah ini,” tutupnya.
Dengan pencapaian ini, Kaltim diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pemuda sebagai aset penting dalam pembangunan daerah dan perekonomian.(*)





