
Ia ingin para atlet muda belajar ketahanan dan keberanian, serta tidak menunjukkan kelemahan atau rasa sakit saat bertanding.
Mentalitas para atlet muda sering diuji dalam pertandingan, terutama ketika mereka jatuh atau terluka.
Iriansyah menekankan bahwa dalam kondisi seperti itu, para atlet harus tetap kuat dan tidak menunjukkan rasa sakit di hadapan lawan.
“Semakin mereka kesakitan, semakin senang juga lawan melihatnya. Maka, mereka harus keras juga kepada lawan,” tegasnya.
Dengan pendekatan ini, Cabor Kabaddi Kaltim berharap dapat menghasilkan atlet yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki mental yang kuat untuk meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.





