
SOLUSIEMDIA.ID, Makassar, Januari 2025 – Ekonomi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menunjukkan stabilitas yang solid sepanjang 2024. Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat melaporkan bahwa sektor jasa keuangan di kawasan ini mampu mendukung perekonomian regional dan nasional di tengah tantangan ekonomi global dan domestic,
Industri perbankan di Sulampua mencatat pertumbuhan signifikan pada berbagai indikator. Pada November 2024, total aset sektor perbankan mencapai Rp549 triliun, meningkat 4,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,59 persen menjadi Rp342 triliun, sementara penyaluran kredit naik 7,90 persen menjadi Rp432 triliun. Kredit investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 12,68 persen.
Di sektor pasar modal, jumlah investor meningkat pesat, ditunjukkan dengan pertumbuhan 32,68 persen dalam jumlah Single Investor Identification (SID), mencapai total 972.688 SID.
Nilai transaksi saham di Sulawesi Selatan mencapai Rp43,21 triliun hingga November 2024. Reksadana terus mendominasi sebagai instrumen investasi utama. Untuk memperluas basis investor, OJK gencar mengedukasi generasi muda melalui literasi keuangan, khususnya mengenai investasi saham.





