
Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sulampua juga memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan.
Total piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 9,62 persen menjadi Rp51,35 triliun, sementara pembiayaan modal ventura melonjak 19,50 persen menjadi Rp911 miliar.
Pergadaian dan pinjaman fintech peer-to-peer lending turut mengalami peningkatan masing-masing sebesar 26,90 persen dan 72,48 persen.
OJK juga mencatat kenaikan signifikan dalam aset dana pensiun sebesar 11,99 persen menjadi Rp3,76 triliun.
Sementara itu, perusahaan penjaminan mencatat outstanding penjaminan senilai Rp1,03 triliun, naik 14,38 persen dibandingkan tahun lalu.
Stabilitas ini menjadi bukti keberhasilan sektor jasa keuangan Sulampua dalam beradaptasi dengan dinamika ekonomi yang menantang, sekaligus berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
(*)





