
SOLUSIMEDIA.ID, Makassar, Januari 2025 – Sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan terus mencatatkan perkembangan yang menggembirakan, mencerminkan ketahanan dan kemajuan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Laporan terbaru menunjukkan berbagai sektor keuangan, dari perbankan hingga fintech, telah berkontribusi signifikan dalam menciptakan ekosistem yang inklusif dan berdaya saing.
Kinerja Perbankan dan Syariah yang Stabil
Sektor perbankan konvensional mencatat total aset Rp204,55 triliun hingga November 2024, tumbuh 8,38 persen secara tahunan. Dana Pihak Ketiga (DPK) naik menjadi Rp135,75 triliun, sementara kredit yang disalurkan mencapai Rp164,35 triliun, dengan fokus pada kredit produktif sebesar 54,52 persen. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat di angka 123,28 persen, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang aman di 2,90 persen.
Perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan yang lebih impresif, dengan aset meningkat 20,42 persen menjadi Rp16,50 triliun. Penghimpunan DPK naik 20,46 persen, dan penyaluran pembiayaan tumbuh 20,09 persen mencapai Rp13,98 triliun. Tingkat Non-Performing Financing (NPF) terjaga di level 2,17 persen.
Dominasi Kredit UMKM dan Mikro
Kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat total penyaluran Rp61,99 triliun, dengan porsi terbesar untuk usaha mikro (55,85 persen) mencapai Rp34,62 triliun. Sebanyak 912.128 debitur telah menikmati manfaat ini, menandakan peran penting UMKM dalam perekonomian Sulawesi Selatan.
Kebangkitan Pasar Modal
Di sektor pasar modal, jumlah investor di Sulawesi Selatan mencapai 396.584 pada November 2024, tumbuh 27,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investor reksadana mendominasi dengan 379.081 SID. Nilai transaksi saham pun meningkat 17,76 persen menjadi Rp19,62 triliun.
Pesatnya Perkembangan Fintech dan Pembiayaan
Teknologi finansial peer-to-peer lending mencatat lonjakan signifikan, dengan total pinjaman yang disalurkan mencapai Rp1,68 triliun, meningkat 59,80 persen. Tingkat wanprestasi tetap terjaga di angka 1,48 persen. Sementara itu, sektor pergadaian tumbuh 26,98 persen, mencapai total pinjaman Rp7,38 triliun, dan perusahaan pembiayaan mencatat pertumbuhan 12,19 persen dengan total pembiayaan Rp19,05 triliun.
Peningkatan Edukasi dan Perlindungan Konsumen
Sepanjang 2024, OJK Sulawesi Selatan telah melaksanakan 1.788 program edukasi keuangan, menjangkau lebih dari 927.995 peserta dari berbagai kalangan. Upaya ini fokus pada peningkatan literasi keuangan di kalangan masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, dan pelaku UMKM, dengan tujuan mendorong inklusi dan pengelolaan keuangan yang bijak.
Dari sisi layanan konsumen, terdapat 433 kasus yang ditangani, mayoritas terkait sektor perbankan (281 kasus). Selain itu, 8.904 layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) telah diakses masyarakat sepanjang tahun.
Menghubungkan Stabilitas dan Masa Depan
Dengan pertumbuhan yang konsisten di seluruh sektor, jasa keuangan di Sulawesi Selatan tidak hanya mendukung stabilitas ekonomi tetapi juga membangun fondasi bagi transformasi keuangan yang lebih inklusif dan modern di masa mendatang.
(*)





