
Selain itu, Komisi D juga mengingatkan pentingnya upaya untuk menurunkan angka penyakit Tuberkulosis (TBC), yang belakangan ini menunjukkan angka yang cukup signifikan.
Program kesehatan gratis di Kota Makassar juga menjadi salah satu prioritas, agar setiap warga bisa mengakses pelayanan kesehatan tanpa terbebani biaya.
Untuk mengatasi stunting, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, terutama melalui Posyandu.
Saat ini, terdapat Posyandu Era Baru yang mengalami peningkatan kapasitas, yang semula memiliki lima meja menjadi sepuluh meja, untuk memperluas jangkauan pelayanan.
“Posyandu dan kader-kader kesehatan menjadi garda terdepan dalam penurunan angka stunting. Kami berharap ibu-ibu yang hamil dapat rutin memeriksakan kandungannya untuk mendeteksi dini potensi risiko melahirkan bayi yang kurang sehat,” jelasnya.
Peningkatan fasilitas kesehatan dasar dan primer, seperti puskesmas, juga menjadi perhatian utama. Di Kota Makassar, masih terdapat ketimpangan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota.
Untuk itu, diharapkan setiap puskesmas dapat dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, termasuk pelayanan laboratorium, agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh menuju rumah sakit yang lebih besar, seperti RS Daya, untuk mendapatkan layanan medis dasar.





