
Fatmawati mengatakan sebanyak 504 lokusintervensi stunting yang telah ditetapkan dan menjadi prioritas. “Oleh karena itu, identifikasi dan penemuan kasus balita bermasalah gizi di wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fatmawati memaparkan sejumlah strategi intervensi lanjutan seperti pemeriksaan kesehatan berkala, pemberian makanan tambahan tinggi protein, suplemen gizi mikro, hingga pendampingan kepada ibu hamil bermasalah gizi.
Sementara itu, berdasarkan data prevalensi status gizi anak Desember 2024, Kota Makassar memiliki sasaran sebanyak 88.096 anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 82.230 anak telah diukur, atau sebesar 93,3 persen.
Adapun jumlah anak dengan status underweight tercatat sebanyak 3.541 anak atau 4,3 persen, sedangkan jumlah anak stunting sebanyak 2.659 anak atau sekitar 3,2 persen dari total sasaran.
Menanggapi hal ini, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh program percepatan penurunan stunting di Sulsel, khususnya di Kota Makassar.
“Masalah stunting adalah perhatian kita semua. TP PKK Kota Makassar siap mendukung penuh program percepatan penurunan stunting. Kami akan bergerak cepat dan menyusun langkah strategis yang sesuai dengan kondisi di lapangan, khususnya di Kota Makassar,” ujarnya.





