

Lebih lanjut Munafri yang juga Konsulat Kehormatan Kroasia di Makassar, mengingatkan bahwa prestasi dalam bidang keagamaan perlu mendapatkan penghargaan setara dengan bidang lain, seperti seni atau olahraga.
Ia menyampaikan bahwa dalam perubahan anggaran mendatang, pihaknya akan meningkatkan alokasi anggaran untuk kegiatan keagamaan.
“Kalau juara, datang ke ruangan saya. Saya punya kejutan,” tambah mantan CEO PSM itu, disambut antusias para peserta.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para peserta menjaga nama baik Kota Makassar, menunjukkan keseriusan dalam pembinaan akhlak, dan mengedepankan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi utama.
Ia juga berpesan agar peserta menjaga kesehatan, mengikuti arahan pelatih dan pembina, serta menjadikan kompetisi ini sebagai bentuk aktualisasi diri yang puncaknya adalah prestasi.
“Kita semua bagian dari tim. Tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain. Ini kerja tim. Semoga proses pembinaan ke depan terus ditingkatkan dan mendapat apresiasi yang layak,” imbuh Appi.
Dalam seremoni pelepasan, Kabag Kesra Setda Kota Makassar, Muhammad Syarief menyampaikan bahwa Al-Qur’an tidak hanya sebagai pedoman hidup yang harus dibaca dan dipahami, tetapi juga harus didakwahkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.





