
Syiar Al-Qur’an, katanya, menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur serta memotivasi generasi muda agar memiliki akhlak mulia.
“Yang lebih penting dari sekadar membaca adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi bagian dalam kehidupan umat,” ujar Syarief.
Kafilah Kota Makassar terdiri dari 55 orang, termasuk 22 peserta lomba, 5 perwakilan dari Kementerian Agama, dan 19 dari Pemerintah Kota Makassar.
(*)





