
Usia produktif menjadi garda terdepan dalam pemahaman dan pemanfaatan keuangan, berbanding terbalik dengan kelompok usia remaja dan lanjut usia yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Pendidikan pun memainkan peran krusial; semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin tinggi pula tingkat literasi dan inklusi keuangan.
Demikian pula dengan pekerjaan, di mana kelompok profesional, pensiunan, dan pengusaha menunjukkan pemahaman dan akses keuangan yang lebih baik.
Sektor perbankan, sebagai tulang punggung sistem keuangan, masih menjadi penyumbang terbesar dalam indeks literasi dan inklusi.
Namun, kesadaran akan pentingnya sektor lain, seperti asuransi, pasar modal, dan teknologi finansial, perlahan namun pasti mulai tumbuh.
Lebih dari sekadar laporan statistik, SNLIK 2025 adalah kompas bagi OJK dan para pemangku kepentingan lainnya.
Hasil survei ini akan menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan, menyusun strategi, dan merancang produk serta layanan keuangan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
Fokus utama adalah menjangkau kelompok-kelompok yang masih tertinggal, seperti perempuan, penduduk perdesaan, generasi muda dan lansia, mereka yang berpendidikan rendah, serta pekerja di sektor-sektor tertentu.





