
“Di Makassar, kita berharap ada dukungan dari Swiss terhadap sektor pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja,” tuturnya.

“Ini yang terus kami maksimalkan untuk memberikan dampak baik bagi masyarakat,” tambah Appi.
Meski belum ada penawaran konkret pada pertemuan tersebut, namun kedua pihak sepakat untuk membuka ruang kerja sama jika terdapat sektor yang bisa digarap bersama, terutama melalui kolaborasi dengan pihak swasta.
“Pihak Swiss berharap ada peran dari sektor privat yang bisa kita support sama-sama. Kalau ada hal-hal yang bisa kita kerjakan bersama, ayo. Kami terbuka untuk kolaborasi,” jelas Appi.
Meski pembangunan infrastruktur seperti stadion bukan fokus kerja sama, tetapi pemerintah Swiss menunjukkan minat pada bidang pendidikan dan hospitality.
Hal ini membuka peluang kerja sama di sektor pariwisata, mengingat Swiss dikenal sebagai destinasi wisata dunia.
“Saya juga tawarkan kalau mereka mau lihat potensi pulau-pulau di Makassar. Mereka tertarik dan akan menyampaikan ke para pengusaha di sana. Kalau ada ketertarikan, kita siap bangun kerja sama,” tutupnya.
Selain Duta Besar Swiss untuk Indonesia H.E. Olivier Zehnder, pertemuan tersebut juga turut dihadiri Violette Ruppanner (Head of Economic Cooperation and Development, SECO Indonesia).





