Menurut Achi melalui program SAPA MULIA sejumlah kasus pada anak di identifikasi d sebabkan permasalahan keluarga, salah satunya pada status pernikahan anak .
“ Penjangkauan Program SAPA MULIA kami upayakan dengan mengintesifkan sosialisasi kepada masyarakat, sebab angka perkawinan anak masih ada dibeberapa wilayah, yang dampaknya pada pendidikan dimana anak harus putus sekolah karena perkawinan dini berpengaruh sama ekonominya, ungkap Achi “
Dari data pernikahan anak di kota Makassar masih di kisaran 60an dari data pernikahan yang di keluarkan KUA. Melalui program SAPA MULIA ini DP3A Kota Makassar juga menurunkan tim PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) yang terdiri dari konselor dan psikolog. Hal ini membuka ruang konsultas langsung untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Sementara itu melihat fenomena tren kasus kekerasan perempuan dan anak tahun 2025 ini yang secara nasional terjadi peningkatan , Kepala DP3A Kota Makassar -Achi Soleman mengimbau setiap keluarga berupaya melakukan penguatan komunikasi di lingkup keluarga . Hal ini menjadi sebagai fondasi utama perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan. (*)





