SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA – Harapan sebagian anak bangsa untuk menjadi abdi negara tampaknya harus terhenti di tengah jalan. Pemerintah secara resmi tidak membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025. Keputusan ini membawa kabar pahit, terutama bagi mereka yang lahir pada tahun 1990 dan 1991. Bagi pemuda kelahiran 1990, usia mereka pada tahun ini genap 35 tahun—batas maksimal yang diperbolehkan untuk mendaftar CPNS. Sementara itu, mereka yang lahir pada 1991 kini berada di usia 34 tahun. Dengan tidak adanya pembukaan seleksi CPNS tahun ini, otomatis peluang terakhir bagi mereka pun tertutup. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, menjelaskan bahwa pemerintah masih fokus menyelesaikan proses seleksi dan penempatan CASN (Calon Aparatur Sipil Negara) tahun 2024, sehingga belum ada rencana membuka rekrutmen baru. “Tahun ini nampaknya belum bisa dibuka dulu,” ujar Rini dalam keterangannya kepada media, dikutip dari Kompas TV, Senin (26/5/2025). Hingga akhir Mei 2025, tahap kedua seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 masih berlangsung. Sementara itu, sebagian peserta masih menanti hasil akhir seleksi. Rini menambahkan bahwa pihaknya bersama BKN (Badan Kepegawaian Negara) berfokus menyelesaikan proses pengangkatan CPNS pada bulan Juni dan PPPK pada bulan Oktober tahun ini. Selain menyelesaikan seleksi, pemerintah juga tengah menata ulang struktur ASN, menyesuaikan dengan pembentukan sejumlah kementerian baru. “Sampai saat ini kami masih fokus menyelesaikan casn 2024, jadi kita belum berencana buka CASN lagi, karena kita masih menata kembali bagaimana kebutuhan kita, juga dengan kementerian baru,” jelas Rini. Di tengah dinamika seleksi CASN 2024, mencuat pula kabar mengejutkan: sebanyak 1.967 peserta CPNS 2024 memilih mundur, meski telah dinyatakan lulus. Angka tersebut setara 12,12 persen dari total 16.167 formasi kosong yang diisi melalui proses optimalisasi. Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakhrulloh, mengungkap bahwa alasan utama pengunduran diri adalah lokasi penempatan yang terlalu jauh dari domisili peserta. Terbanyak berasal dari calon dosen di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dengan 640 peserta mundur. Disusul Kementerian Kesehatan (575 peserta), Kominfo (145), Bawaslu (131), dan Kementerian PUPR (121). “Bagian tersebar bahwa karena jaraknya jauh, ini optimalisasi kebijakan dari ibu menteri pada satu instansi, kemendiktisaintek kampusnya banyak, kendala terbesar jauh dari domisilinya, bisa diterima dulu, itu 5 tahun kemudian bisa pindah,” jelas Zudan. Meski begitu, pemerintah terus berupaya menata ulang sistem kepegawaian, termasuk dengan mempertimbangkan pola distribusi ASN yang lebih merata. Sementara itu, besaran gaji CPNS yang berlaku sejak 1 Januari 2024 tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja. Gaji pokok CPNS ditetapkan sebesar 80 persen dari gaji PNS sesuai golongan dan masa kerja. Misalnya, untuk Golongan IIIA, gaji CPNS berkisar antara Rp 2.228.560 hingga Rp 3.660.160. Di samping itu, CPNS juga berhak menerima berbagai tunjangan seperti tunjangan keluarga, tunjangan umum, dan tunjangan kinerja. Namun, untuk tahun ini, mimpi mengenakan seragam ASN harus ditunda—atau bahkan berakhir—bagi mereka yang terhalang usia. Bagi banyak pemuda kelahiran 1990 dan 1991, inilah babak terakhir dalam perjuangan mereka menjadi pegawai negeri. (*)