
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR- Warga Makassar memadati lapangan Karrebosi sejak fajar pagi pukl. )6.00 Wita untuk bersiap melaksanakan Salat Iduladha 1446 Hijriah
Di antara jamaah, hadir Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin membaur bersama masyarakat yang akan sholat idul adha di saf salat depan.
Sedangkan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham dan Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa berada di saf perempuan.
Tepat pukul 06.40 WITA, gema takbir dan doa menyatu dalam lantunan Salat ID yang dipimpin oleh Imam Syekh Dr. Nawwaf Al-Haarisy.
Setelah sholat idul adha, Ustadz Das’ad Latif menyampaikan ceramah mengajak jamaah merenungi makna sejati dari pengorbanan Nabi Ibrahim dan ketulusan cinta kepada sesama. Ia menekankan pengorbanan yang ditunjukkan oleh keduanya merupakan bentuk cinta sejati kepada Allah SWT yang harus dijadikan teladan oleh seluruh keluarga muslim masa kini.

“Keluarga Nabi Ibrahim dan Ismail menunjukkan bahwa cinta kepada Allah harus melebihi segalanya. Maka, setiap keluarga di rumah harus meneladani cinta yang tulus kepada Allah,” ujar Ustadz Das’ad dalam ceramahnya di hadapan ribuan jamaah.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setan akan selalu menggoda manusia dari berbagai arah-baik kepada ayah, ibu, maupun anak-untuk menjauhkan mereka dari nilai-nilai keimanan dan ketaatan.
Ustadz Das’ad juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas segala nikmat yang telah diterima, baik berupa jabatan, kelapangan rezeki, maupun lunasnya utang. Ia menegaskan bahwa bentuk syukur yang sejati bukan hanya dengan ucapan, melainkan dengan tindakan nyata.
Ustadz Das’ad juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas segala nikmat yang telah diterima, baik berupa jabatan, kelapangan rezeki, maupun lunasnya utang. Ia menegaskan bahwa bentuk syukur yang sejati bukan hanya dengan ucapan, melainkan dengan tindakan nyata.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa Idul Adha merupakan momentum untuk menumbuhkan semangat pengorbanan dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Makna dari Idul Kurban itu adalah ikhlas dan tulus dalam kehidupan sehari-hari. Pengorbanan yang dilakukan dengan tulus akan mendapatkan balasan yang baik,” ujar Munafri, usai melaksanakan Salat Idul Adha 1446 Hijriah di Lapangan Karebosi, Jumat (6/6/2025).
Menurut Munafri, esensi dari Idul Kurban terletak pada keikhlasan dan ketulusan dalam berkorban, tidak hanya secara simbolik melalui penyembelihan hewan kurban, tetapi juga dalam bentuk perhatian terhadap sesama.
Dia menyampaikan harapannya agar Idul Adha menjadi momentum mempererat empati sosial.
“Idul kurban mengajarkan kita bahwa pengorbanan yang tulus dan ikhlas akan dibalas dengan kebaikan,” jelas Munafri.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Kurban sebagai ajang berbagi kepada yang membutuhkan.
“Kita berharap, melalui momentum ini, kita bisa berbagi dengan keluarga yang membutuhkan, dan berbagi kepada orang lain agar kebahagiaan ini bisa dirasakan oleh semua,” ungkapnya.
Dalam momen tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham juga menyampaikan pentingnya semangat pengorbanan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama sebagai nilai utama yang perlu dihayati dalam momentum Iduladha.
“Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk menunaikan ibadah, tetapi juga untuk saling menguatkan sebagai satu keluarga besar di Kota Makassar,” (*)





