
Tiga pilar utama yang menjadi landasan penguatan Kampung KB Makassar adalah kebijakan terintegrasi, dukungan anggaran signifikan, serta kolaborasi lintas sektor.
Kampung KB telah disinergikan dengan program prioritas seperti layanan kesehatan dasar, pendidikan, ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi rumah tangga, dan pelestarian lingkungan.
Dari sisi anggaran, Pemkot Makassar telah mengalokasikan Rp58 juta untuk pembinaan Kampung KB, serta Rp4,5 miliar untuk honor kader KB sebagai bentuk penghargaan kepada pelaksana lapangan.
“Anggaran ini bukan sekadar angka. Ini bukti keberpihakan kami kepada masyarakat. Kami ingin pastikan setiap keluarga di Makassar mendapat akses pada pelayanan dasar yang prima, pendidikan yang layak, dan ekonomi keluarga yang mandiri,” tambahnya.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kekuatan utama. Pemkot melibatkan OPD, dunia usaha, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, hingga komunitas lokal untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.

Kampung KB, menurut Munafri, bukan sekadar pembangunan fisik, tapi ruang perubahan sosial yang berdampak langsung ke masyarakat.





