
“Pompa yang lama kapasitasnya kecil. Kita akan ganti dengan kapasitas 425 liter per detik agar respon penyaluran air ke kanal lebih cepat dan maksimal,” tegas Munafri.
Wali Kota juga menyoroti pentingnya penataan jalur inspeksi dan penertiban bangunan liar di atas saluran air.
Ia meminta camat dan lurah segera menyosialisasikan penertiban agar saluran bisa difungsikan secara maksimal, bahkan dikembangkan menjadi jalur alternatif atau area publik seperti jogging track.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyebut lebih dari 400 personel dikerahkan dalam aksi ini. Mereka terdiri dari satgas drainase, BBWS, Balai Jalan, dan petugas kecamatan.
“Kita mulai dari Pettarani, tapi tidak akan berhenti di sini. Semua kecamatan akan diaktifkan menjaga saluran air. Ini pekerjaan rutin, bukan musiman,” jelasnya.
Zuhaelsi menambahkan bahwa pihaknya tengah menunggu hasil kajian teknis dari akademisi, termasuk dari Unhas, untuk perencanaan jangka panjang sistem drainase. Namun sebelum itu, pembersihan masif seperti ini harus terus dilakukan.
“Kegiatan ini bukan hanya bersih-bersih drainase, tapi juga langkah awal untuk meminimalisir genangan sambil menunggu kajian teknis lanjutan yang lebih mendalam,” pungkasnya.





