
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus menguatkan langkah strategis dalam perencanaan pembangunan daerah dengan menggelar perumusan Rancangan Akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar dan menjadi puncak dari seluruh rangkaian proses penyusunan RKPD yang telah berlangsung sejak awal tahun pada, Kamis (26/6/2025).
Proses ini menandai tahap finalisasi dokumen RKPD yang krusial, karena memuat arah kebijakan, program, dan kegiatan strategis pembangunan daerah selama satu tahun ke depan.
Dalam forum tersebut, hadir langsung Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Makassar yang memiliki peran sentral dalam memastikan dokumen RKPD selaras dengan kemampuan fiskal daerah dan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan.
Kehadiran TAPD menjadi jaminan bahwa setiap program dan kegiatan yang tertuang dalam RKPD tidak hanya ambisius dalam visi, tetapi juga realistis dari sisi penganggaran dan implementasi.
Seluruh unsur perencanaan dibahas secara intensif, mulai dari sinkronisasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), hingga pemetaan kebutuhan masyarakat yang aktual di lapangan.
Diskusi berjalan dinamis dan konstruktif, mengedepankan prinsip kolaboratif antarpemangku kepentingan.
Proses ini dirancang untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang tidak hanya solid secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap dinamika tantangan pembangunan, serta berorientasi pada hasil yang berkelanjutan.
Melalui RKPD 2026, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, baik dalam sektor infrastruktur, pelayanan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, maupun pemberdayaan ekonomi lokal.
Dengan tersusunnya Rancangan Akhir RKPD ini, langkah menuju pengesahan dan pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2026 kian konkret.
Dokumen ini diharapkan menjadi panduan strategis dalam pelaksanaan pembangunan yang terarah, efektif, dan efisien demi terwujudnya Makassar yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
(*)





