
“Kolaborasi sangat penting saya kira. Makanya, kita minta teman Bappeda, DPPPA dan Dinkes menyusun rencana agar inklusi bisa terwujud dan berjalan optimal di Kota Makassar,” ujarnya.
Lebih jauh, Mantan Camat Ujung Pandang itu pertemuan Pemkot dan HWDI Sulsel tepat waktu. Sebab, saat ini seluruh OPD lingkup Pemkot Makassar tengah menyusun rencana strategi (renstra) untuk lima tahun kedepan. Sehingga, ide-ide dan masukan eksternal bisa dibahas kemudian dituangkan dalam renstra.
“Pembahasan ini diharapkan bisa mengakomodir teman-teman disabilitas,” ucapnya.
Terpisah, Ketua HWDI Sulsel Maria UN mengatakan pertemuan ini melaporkan agenda HWDI Sulsel di enam puskesmas, salah satunya Puskesmas Kassi-kassi. Harapannya, enam puskesmas bisa menjadi bahkan memberikan pelayanan maksimal untuk teman penyandang disabilitas.
“Kita harap juga Makassar memiliki data jumlah penyandang disabilitas sehingga data itu menjadi acuan dalam menyusun program, utamanya berkaitan dengan teman disabilitas,” tukas Maria UN.
Lanjut Maria UN menyampaikan SOP di puskesmas memang sudah ada. Hanya saja, jika berkaitan dengan pelayanan disabilitas tak ada pembahasan teknis. Sehingga, dirinya menilai perlu ada aturan tambahan khusus soal itu.





