
Di akhir kunjungannya, Melinda menekankan pentingnya peran edukasi dan pendampingan langsung ke masyarakat. “DLH dan semua perangkat harus hadir di tengah warga, memberikan penyuluhan yang konkret. Kita tidak bisa hanya instruksi, harus ada interaksi,” katanya.
Dengan jumlah warga sekitar 2.100 jiwa, Kelurahan Untia menjadi salah satu kawasan dengan kepadatan rendah di Kecamatan Biringkanaya, namun memiliki tantangan tersendiri seperti keterbatasan akses air bersih. Menurut Melinda, ini harus jadi perhatian lintas sektor agar pendekatan pembangunan bisa merata.
“Kita berharap Untia jadi contoh. Tidak hanya dalam pengelolaan sampah, tapi juga dalam membangun budaya hidup bersih dan berdaya. Mari kita sinergi, duduk bersama, cari solusi bersama,” tutup Melinda.
(*)





