
“Kita tidak hanya melihat hasil karya yang indah dan bernilai jual, tapi juga semangat kemandirian yang luar biasa. Produk-produk ini adalah bukti bahwa tangan-tangan ibu rumah tangga mampu menghasilkan karya yang membawa manfaat ekonomi dan juga dampak lingkungan yang positif,” ujar Melinda.
Ia menambahkan bahwa UMKM berbasis kerajinan seperti ini harus mendapatkan dukungan penuh, termasuk dari TP PKK sebagai mitra pemerintah. Dalam hal ini, TP PKK siap terlibat dalam program pelatihan, pendampingan pemasaran digital, hingga advokasi kebijakan yang mendukung tumbuhnya wirausaha perempuan.

Lebih jauh, Melinda juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dan aspek ramah lingkungan dari produk eceng gondok. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan yang lebih bijak.
“Kita ingin Makassar tidak hanya dikenal sebagai kota yang maju secara ekonomi, tapi juga sebagai kota yang hijau, berkelanjutan, dan memberdayakan masyarakat dari akar rumput,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung di rumah produksi Kerajinan Eceng Gondok, Jalan Tanjung Dapura No. 37, ini juga dihadiri oleh Lurah Sambung Jawa, Ketua LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT/RW, pengurus TPS3R, Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha.





