
Apalagi, kondisi Kota Makassar banyak pohon kemudian kuliner-kuliner sehingga potensi sampah organik lumayan banyak.
“Kita punya banyak taman di Makassar dan taman itu membutuhkan pupuk. Nah, kenapa kita tidak kerja sama kan dan mencari pilot project tentang pengolahan sampah menjadi pupuk cair ini,” ungkapnya.
Selain itu, kata Andi Zul—sapaan akrabnya menyampaikan, Pemkot Makassar soal pengelohan sampah fokusnya bagaimana mereduksi atau mengurangi volume sampah ke TPA. Di mana, setiap kecamatan akan diukur jumlah reduksi sampah.
“Tujuannya, sampah yang ada bisa dikurangi sampai ke TPA,” ungkapnya.

Terpisah, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Prof Dorothea Agnes Rampisela mengatakan, pertemuan ini membahas melihat proyek kolaborasi antara Makassar dan Maniwa tidak sekedar berhenti bantuan JICA. Tetapi, betul-betul bisa bermanfaat seperti pengurangan sampah.
“Kami sudah sepakat meniru pola Kota Maniwa, bagaimana sampah diubah menjadi pupuk cair. Kita berharap, bisa menambah pendapatan urban farming yang diinginkan pak wali,” jelas Prof Dorothea.
Lebih jauh, kata dia, kolaborasi ini sudah berjalan dan telah ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) yang kini memasuki tahun kedua.





