
Universitas Hasanuddin (UNHAS) menjadi salah satu garda terdepan dalam implementasi proyek ini. Di UNHAS, fokus utama ditempatkan pada edukasi dan penelitian.
Fasilitas pengolahan sampah akan dibangun untuk meningkatkan pemahaman dan memfasilitasi riset mahasiswa.
Lebih dari itu, proyek ini bertujuan mendidik generasi muda agar memiliki kesadaran tinggi dalam memilah sampah. Proyek percontohan ini akan berlanjut hingga tahun ketiga pada tahun depan.
“Dukungan signifikan juga akan datang dari pemerintah Jepang. Apabila Pemkot Makassar dan Kota Maniwa berhasil menyusun proposal yang komprehensif dan berkualitas, pemerintah Jepang siap memberikan dukungan finansial untuk merealisasikan hasil-hasil dari proyek percontohan ini,” ungkapnya.
“Besaran dana akan disesuaikan dengan proposal yang diajukan. Dengan dukungan ini, Makassar diharapkan mampu membangun sistem pengolahan sampah yang modern dan efektif. Harapannya, Kota Makassar dapat mewujudkan target bebas sampah dalam kurun waktu lima tahun ke depan, menjadi contoh kota yang berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.
(*)





