
Munafri Arifuddin menyampaikan, setiap warga negara mendapat hak yang sama termasuk pekerjaan. Oleh sebab itu, bahwa peluncuran program ini adalah bentuk nyata dari semangat kesetaraan yang diusung Pemkot Makassar.
“Kita ingin agar mereka (berkebutuan khusus) tidak hanya dilatih, tetapi juga diserap ke dunia kerja, termasuk di lingkungan Pemkot, misalnya melalui mekanisme PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan),” ujar Munafri.
Lebih lanjut, Wali Kota mencontohkan peran Makassar Creative Hub sebagai pusat pelatihan dan pengembangan keterampilan.
Ia mengaku pernah mengunjungi fasilitas tersebut dan menyaksikan sendiri bagaimana penyandang disabilitas, termasuk individu dengan down syndrome, dilatih untuk bisa berkontribusi secara produktif.
“Kami akan berupaya seinklusif mungkin. Penyandang disabilitas harus diberi ruang di semua lini, termasuk di pemerintahan dan industri kreatif,” tutur Appi.
“Makassar Creative Hub adalah salah satu contoh nyata bahwa kita bisa dan harus mengakomodir kebutuhan mereka,” lanjut politisi Golkar itu.
Peluncuran pelatihan berbasis kompetensi ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas tenaga kerja di Kota Makassar secara umum, sejalan dengan program nasional peningkatan produktivitas dan daya saing SDM.





