
“Ini yang menurut saya akan mengganggu kita di dalam proses melaksanakan kegiatan,” ucapnya.
Tak hanya soal sistem kerja, Munafri juga menyinggung gaya hidup pejabat publik. Ia menilai, sikap hidup mewah bisa berdampak negatif pada budaya kerja birokrasi karena dapat menimbulkan kesan persaingan gaya hidup di lingkungan pemerintah.
Bahkan, ia mencontohkan perlunya kesederhanaan dalam hal kecil seperti seragam atau sepatu dinas, agar tidak menimbulkan ketimpangan yang bisa berpengaruh pada moral aparatur.
Di akhir sambutannya, Munafri berharap Survei Penilaian Integritas (SPI) tidak hanya menjadi kegiatan administratif semata, tetapi juga momen untuk merefleksikan kesungguhan pemerintah dalam mengelola keuangan negara.
“Saya berharap apa yang dilakukan sebagai survei penilaian integritas ini menjadi hal yang sangat penting, bahwa kita ada di dalam pekerjaan ini benar-benar mengelola dan menyelamatkan uang negara yang akan disampaikan kembali kepada masyarakat sebagai pertanggungjawaban,” pungkasnya.
(*)





