
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Prevalensi stunting di Sulawesi Selatan hingga agustus 2025, relatif tinggi diangka 23,3 persen. Jumlah tersebut masih diatas rata rata nasional yang berada di kisaran 19,8 persen.
Hal itu di sampaikan Kepala Perwakilan Kemendukbangga /BKKN sulsel – Shodiqin saat penandatanganan MoU dengan sejumlah mitra strategis senin (8/9). Menurut Shodiqin, sejauh ini Kabupaten Jeneponto masih mencatat angka stunting tertinggi di Sulsel yakni 37 persen.
Kemendukbangga/BKKBN Sulsel melakukan prioritas penanganan stunting khususnya di 10 Kabupaten dengan angka stunting tertinggi di Sulsel melalui program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
“saat ini program Genting di Sulsel telah menyasar sekitar 50 persen keluarga berisiko stunting melalui pemberian bantuan gizi, pendampingan dan edukasi berkolaborasi dengan berbagai pihak” kata Shodiqin.
Program Genting di Sulsel di targetkan bisa sekitar 35 ribu sasaran. Secara nasional di tetapkan bisa mencapai 1 juta sasaran.
Sulsel berhasil menurunkan angka stunting sebesar 4,1 persen dari 27,4% pada 2023 menjadi 23,3% pada 2024 berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.





