
“Insya Allah, awal tahun nanti kami mulai pelaksanaan. Untuk tahap pertama, ada enam ruas jalan. Semua desain sudah kami siapkan,” kata Ricky.
Setiap ruas akan dilengkapi tiga jalur pipa berbeda fungsi: akses distribusi, backbone, dan jalur internal.
Handhole akan dipasang tiap 50 meter dengan pipa HDPE berdiameter 6 inci. Sistem ini diproyeksikan mampu menampung kebutuhan jaringan hingga 5–6 tahun ke depan.
“Dengan sistem ini, gangguan jaringan bisa terdeteksi cepat, sekaligus memudahkan identifikasi provider mana yang perlu penanganan,” paparnya.
Ricky menambahkan, PLN masih membahas integrasi kabel listrik. “PLN masih membahas anggarannya. Kami sudah siapkan jalurnya, tinggal menunggu kesiapan mereka,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembangunan ducting sharing akan menjadi fondasi Makassar menuju smart city.
“Skema ini kami sebut sebagai jalan tol menuju smart city. Dasar awalnya adalah membangun infrastruktur bawah tanah agar tidak ada lagi kabel udara yang semrawut,” tegasnya.
Sejumlah provider besar, termasuk penyedia layanan luar negeri, disebut sudah berminat. “Mereka siap berinvestasi karena proyek ini salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Ricky.





