
Appi menegaskan bahwa Pemkot telah mempersiapkan seluruh tahapan verifikasi dengan matang.
Menurutnya, yang menjadi inti bukanlah sekadar penghargaan, melainkan manfaat nyata dari standarisasi Kota Sehat.
“Yang ingin kami sampaikan, standarisasi Kota Sehat ini harus berjalan dengan baik, ada ataupun tanpa penghargaan,” jelasnya.
“Kami ingin Makassar menjadi representasi kehidupan masyarakat kota besar yang sejajar dengan kota-kota lain, bahkan bisa lebih baik daripada kota besar di Indonesia pada umumnya,” lanjutnya.
Munafri menekankan, Kota Sehat bukan sekadar program seremonial, melainkan wujud gotong royong pembangunan lintas sektor yang diintegrasikan ke dalam sembilan tatanan utama.
Mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga kesiapsiagaan bencana, semuanya diarahkan untuk memastikan setiap warga Makassar dapat hidup lebih berkualitas.
Dengan prinsip kolaborasi, Pemkot Makassar tidak hanya fokus pada penataan fisik kota, tetapi juga membangun kesadaran hidup sehat, memperluas akses layanan publik, dan menanamkan budaya sehat di masyarakat.
Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui Makassar Apps For All, sebuah platform digital yang memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan, pengaduan, hingga partisipasi publik.





