
“InsyaAllah, kami juga ingin datang ke Makassar. Produk-produk dari sana punya nilai seni dan kualitas yang tidak kalah dengan kota besar lain,” tambah Martiana.
Sementara itu, Dewi Andriani menyebut bahwa pengalaman yang diperoleh dari DKI Jakarta akan menjadi referensi penting dalam memperkuat strategi pemasaran. Pihaknya ingin belajar bagaimana Jakarta membina UMKM agar produknya bisa menembus pasar nasional hingga internasional.
“Kami ingin melihat langsung pengelolaan program di Dekranasda DKI, terutama soal pembinaan UMKM dan strategi distribusi produk. Semua itu akan kami terapkan sebagai masukan di Makassar,” jelasnya.
Dewi juga menyoroti kualitas produk yang dipamerkan di galeri Dekranasda DKI Jakarta. Dari busana, kerajinan tangan, hingga produk rumah tangga berbahan lokal, semuanya dianggap punya nilai jual tinggi.
“Koleksi di sini sangat beragam dan inovatif. Ini menginspirasi kami untuk terus mendorong perajin Makassar menghasilkan karya yang unggul dan kompetitif,” tambah Dewi.
Dalam diskusi hangat antara kedua pihak, sejumlah poin penting dibahas, mulai dari strategi pemasaran modern, pemberdayaan UMKM berbasis komunitas, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk promosi produk. Tak hanya teori, rombongan juga diajak berkeliling galeri untuk melihat secara langsung bagaimana hasil karya perajin Jakarta dipamerkan dengan konsep yang menarik dan bernilai jual tinggi.





