
Sektor HORECA (hotel, restoran, dan kafe) juga dilibatkan dalam reduksi limbah makanan melalui sistem pemilahan di sumber.
Sebagai tahap awal, MEC Hub akan diterapkan di empat lokasi percontohan, yakni Kelurahan Untia, Panambungan, Baru, dan Paropo. Tiap lokasi memiliki fokus berbeda, mulai dari pengelolaan organik rumah tangga hingga pemanfaatan fasilitas maggot swasta yang mampu mengolah hingga 5 ton sampah makanan per hari.
“Keempat wilayah ini akan menjadi model percontohan pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang diharapkan dapat direplikasi di seluruh kecamatan di Kota Makassar,” terang Marini.
Sementara itu, Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Batara Surya, menilai keterlibatan mahasiswa dalam program MEC Hub merupakan wujud nyata kontribusi dunia kampus terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Mahasiswa Unibos hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk belajar, tetapi untuk menjadi bagian dari solusi. Berada di masyarakat adalah ujian sejati, di situlah mahasiswa akan dilihat, apakah mampu beradaptasi dan memberi dampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa akan menjadi agen perubahan dalam mendorong budaya hidup berkelanjutan di tingkat warga.





