
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa peluncuran MEC Hub menjadi tonggak penting dalam perjalanan Kota Makassar menuju kota berdaya sirkular — di mana pengelolaan sampah bukan lagi beban, melainkan sumber daya bernilai ekonomi dan sosial.
“Kita ingin menghadirkan perubahan pola pikir masyarakat. Bahwa sampah bukan sekadar limbah yang dibuang, tetapi bisa menjadi bagian dari siklus ekonomi yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Munafri.
“Dengan kolaborasi lintas sektor seperti ini, kita yakin Makassar dapat menjadi model kota sirkular di Indonesia,” tambahnya.
Kepala DLH Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, menjelaskan kondisi terkini pengelolaan sampah di Kota Makassar.
“Kita menargetkan pengurangan sampah secara signifikan hingga tahun 2029, sejalan dengan visi Makassar Zero Waste,” ujarnya.
Menurutnya, Makassar menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari seiring dengan meningkatnya populasi dan aktivitas ekonomi.
Karena itu, dibutuhkan sistem pengelolaan yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat.
“Untuk itu, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama, terutama dalam sistem pemilahan sampah di sumber dan penguatan fasilitas pengolahan di tingkat kelurahan,” jelas Helmy.





