
Idem juga gagasan untuk menghidupkan kembali “lumbung padi” di tiap desa agar ketahanan pangan lebih merata dan mandiri.
Pihak Istana menekankan bahwa penunjukan Amran sebagai kepala Bapanas bukan semata soal penghematan atau pemangkasan struktur, melainkan usaha untuk menyatukan mekanisme kebijakan pangan di bawah satu akselerator, agar kebijakan dari hulu ke hilir lebih konsisten dan tidak terfragmentasi antar lembaga.
Meski demikian, langkah ini tidak luput dari pengamatan publik. Beberapa pihak mengingatkan potensi konflik kepentingan ataupun beban kerja yang berat bila satu orang memegang dua jabatan strategis di bidang pangan.
Publik berharap bahwa rangkap jabatan ini benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat, terutama konsumen pangan dan petani, dan tidak hanya menjadi manuver struktural semata.
Dengan keputusan ini, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Amran akan menjalankan peran ganda tersebut, sejauh mana koordinasi internal diperkuat, dan apakah sinergi antara fungsi Kementan dan Bapanas akan benar-benar efektif dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan nasional.





