
Dengan demikian, Amran resmi menggantikan Arief Prasetyo sebagai Kepala Bapanas sekaligus tetap menjabat sebagai Menteri Pertanian.
Menurut Prasetyo, penggabungan jabatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pangan nasional.
Selama ini, koordinasi antara Kementan dan Bapanas dianggap telah berjalan secara paralel dan “beriringan” sehingga penggabungan posisi diperkirakan dapat memperlancar alur kebijakan, mempersempit celah tumpang tindih, serta mengurangi birokrasi yang berpotensi menghambat efektivitas.
Pada sisi isu mutu pangan di pasaran termasuk laporan tentang menurunnya kualitas beras Prasetyo menyatakan bahwa tidak ada laporan langsung kepada Presiden, tetapi pihaknya tetap menjadikannya perhatian serius.
Ia menekankan bahwa Kementan bersama Bapanas, BULOG, dan pihak terkait akan memperbaiki manajemen penyimpanan dan distribusi pangan. Beberapa langkah yang disebut antara lain perbaikan dan penambahan gudang, serta pembangunan gudang pangan baru di 100 lokasi strategis.
Selain itu, Presiden Prabowo meminta dukungan dari TNI dan Polri untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pangan, termasuk gudang inovatif, dan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar cadangan pangan bisa menjangkau hingga tingkat desa.





