
“Komposisi DPK yang didominasi tabungan hingga 57,31 persen mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas perbankan dan preferensi pada likuiditas tinggi,” jelasnya.
Penyaluran kredit perbankan Sulampua mencapai Rp440,97 triliun, tumbuh 4,02 persen (yoy) dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 124,97 persen.
OJK mencatat adanya moderasi pertumbuhan kredit, terutama pada segmen modal kerja, namun aktivitas intermediasi tetap berjalan efisien dan inklusif.
“Perlambatan bersifat sementara, karena industri perbankan lebih selektif menjaga kualitas pembiayaan. Rasio kredit bermasalah (NPL) juga terkendali di level 2,80 persen,” terang Kepala OJK Sulselbar.
Dengan fundamental keuangan yang kuat, OJK optimistis sektor jasa keuangan di Sulampua akan terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama dalam pembiayaan produktif, UMKM, dan sektor prioritas daerah.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat inklusi keuangan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan hingga ke pelosok wilayah Sulampua,” tutupnya.(*)





